Pages

Selasa, 08 Januari 2013

Indonesia Butuh Peran Aktif Pemuda Dalam Ranah Politik


Seluruh Pemuda di Tanah Air hari ini, (28/10) kembali memperingati hari Sumpah Pemuda sebagai hari lahirnya kesatuan dan persatuan seluruh pemuda Bangsa ini. Sumpah Pemuda yang dicetuskan 28 Oktober 1928 silam setidaknya membawa angin baru bagi paradigma pemuda Indonesia serta menjadi tonggak penting untuk mengawali perubahan serta meneruskan cita-cita luhur pahlawan. Untuk menjaga komitmen Sumpah Pemuda, pemerintah pun dalam hal ini telah membuat dan mengesahkan UU No 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, Undang-Undang ini hadir sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap generasi muda untuk terus maju dan berprestasi dalam peran penting pembangunan Indonesia, tidak terkecuali dalam ranah politik.

Hal ini disampaikan oleh M. Ridha, Sekretaris Komisi C dari fraksi PAN Bukittinggi, Peran penting pemuda saat ini sangat dibutuhkan untuk kelangsungan pembangunan serta kemajuan Bangsa Indonesia, tak hanya itu saja, dikancah politik saat ini peran aktif serta sumabngan pemikiran Pemuda sangat dibutuhkan untuk membawa warna baru. karena sangat banyak diyakini bahwa Pemuda Indonesia saat ini sudah memiliki karakter pencerdasan yang lebih maju, tinggal bagaimana kita mengarahkan saja. Walau demikian, banyak yang berpandangan saat ini dalam lingkaran pemuda Indonesia banyak mengalami penurunan minat untuk ikut serta berperan dalam dunia perpolitikan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pola pendidikan tentang potensi politik yang tereksplorasi, serta kurangnya ruang pemuda untuk ikut berpolitik sehingga menyebabkan pemuda apatis dalam dunia politik.

"Peran Pemuda sangat dibutuhkan dalam ranah politik saat ini, namun masih banyak yang belum minat akan hal itu, agar semua berjalan sesuai dengan keinginan, maka pemerintah atau semua elemen harus dapat memberi ruang luas kepada mereka untuk ikut serta terjun di dunia politik dan memberi pembelajaran serta pemahaman tentang potensi politik,"kata, M. Ridha, Minggu, (28/10).

Lebih Lanjut, M. Ridha, Saat ini sangat banyak Pemuda banyak yang ikut andil dalam Organisasi, baik yang di internal Kampus maupun eksternal Kampus seperti LSM, Partai.

Namun demikian masih sangat banyak diantara mereka yang salah memaknai hal itu, rata-rata pemuda saat ini lebih cenderung untuk menjadikan Organisasi sebagai tempat untuk berkumpul dan nongkrong dan tidak mencapai dinamika berpolitik yang mempunyai misi politik dalam artian praktis.

Ditambahkan Ridha, walaupun saat ini UU No 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan telah disahkannya namun pemerintah masih kurang memfasilitasi generasi pemuda untuk ikut serta berpolitik terutama yang di daerah, seharusnya disetiap Kabupaten atau Kota harus dapat menyediakan ruang lebih untuk pemuda untuk ikut serta berperan.

Para pemuda Indonesia merupakan kekuatan moral, kontrol sosial, dan agent of change (agen perubahan-red) yang memiliki peran dan kedudukan strategis dalam proses pembangunan nasional. Bertepatan dengan momentum Sumpah Pemuda, jangan jadikan ini ritual tahunan saja, tapi para pemuda benar-benar harus terjun berpolitik demi menjamin utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia", tutup Ridha. (*)
[ Red/andri mardiansyah]-Selengkapnya di PadangEkspres,Posmetro padang, Rakyat Sumbar
Sumber : http://padang-today.com

Share on :

0 komentar:

Posting Komentar