Pages

Muhammad Ridha Center

“Jika di tangan kiri kugenggam 100 orang tua maka berguncanglah Jaya Wijaya, jika di tangan kanan kugenggam 10 pemuda maka berguncanglah dunia.” Ungkapan Bung Karno,

Muhammad Ridha Center

“Jika di tangan kiri kugenggam 100 orang tua maka berguncanglah Jaya Wijaya, jika di tangan kanan kugenggam 10 pemuda maka berguncanglah dunia.” Ungkapan Bung Karno,

Muhammad Ridha Center

“Jika di tangan kiri kugenggam 100 orang tua maka berguncanglah Jaya Wijaya, jika di tangan kanan kugenggam 10 pemuda maka berguncanglah dunia.” Ungkapan Bung Karno,

Muhammad Ridha Center

“Jika di tangan kiri kugenggam 100 orang tua maka berguncanglah Jaya Wijaya, jika di tangan kanan kugenggam 10 pemuda maka berguncanglah dunia.” Ungkapan Bung Karno,

Muhammad Ridha Center

“Jika di tangan kiri kugenggam 100 orang tua maka berguncanglah Jaya Wijaya, jika di tangan kanan kugenggam 10 pemuda maka berguncanglah dunia.” Ungkapan Bung Karno,

Rabu, 16 Januari 2013

Bung Hatta : Pemuda Indonesia dan Politik

“Sejak dari usia kecil, Pemuda Indonesia membawa sepotong pengalaman kolonial yang dipikulnya sepanjang hidupnya. Hanya mereka yang memikirkan masa depannya sendiri, kebahagiaannya sendiri, dan bersedia semua cita-cita sajalah yang mau melupakan semua itu, dan demikian memupuk moral-budak dalam diri mereka”

Ucapan ini di sampaikan Bung Hatta dalam pembelaannya, di pengadilan Den Haag (9 Maret 1928). Ucapan ini merupakan penggambaran beliau terhadap semangatnya pemuda indonesia yang ingin melepaskan diri dari kungkungan penjajah, sejak dari usia kecil pemuda indonesia sudah terbiasa dengan iklim politik, berpikir dan berjuang semata-mata untik Indonesia merdeka, melepaskan cita-cita pribadi demi kepentingan kemerdekaan indonesia.
Tentunya pandangan Bung Hatta yang saya 
maksudkan bukanlah pandangan umum pemuda indonesia secara keseluruhan. Pada masa itu Pemuda Indonesia mengenal politik sudah dari remaja, jadi sangat wajar jika para pemimpin dimasa itu masih muda-muda. Loyalitas dan kebersamaan dalam perjuangan sangatlah kuat, ini semua karena kesamaan visi untuk tujuan indonesia merdeka.

Pemuda Indonesia dan Politik

Dalam pandangan Bung Hatta, Pemuda Indonesia berpolitik lebih awal dibandingkan pemuda dibarat, saat itu padahal pola berpikir seperti itu dianggap sebagai pengaruh Barat, sementara hal seperti itu di barat sendiri  dianggap sebagi sesuatu yang tidak nomal, seperti yang dikatakan Bung Hatta:

“Di Barat, pemuda-pemudi intlektuil pada universitas-universitas memepersiapkan diri untuk kegiatan dibidang politik dan kemasyarakatan dikemudian hari.” dikemudian hari disini maksudnya setelah mereka menyelesaikan studi mereka. kalau pemuda Indonesia lebih awal terjun kepolitik dikarenakan situasi dan kondisi yang sangat memaksa. “Sedangkan di Indonesia,kegiatan itu sudah dimulai tatkala pemuda-pemudanya masih duduk dibangku sekolah. Organisasi-organisasi pemuda seperti Jong Java, Jong Sumatranen bond, Jong Minahas, Jong Ambon, Jong Islamieten Bond, Indonesia Muda dan lain-lain, semua organisasi itu lahir dari  ruangan kelas sekolah-sekolah menengah”. Demikian yang dikatakan Bung Hatta lagi.

Itulah selemumit pandangan Bung Hatta tentang Pemuda Indonesia di masa lalu, bagaimana sikap pemuda terhadap kolonial, sehingga situasi dan kondisi saat itu justeru membuat Pemuda Indonesia cepat dewasa mengahadapi keadaan, dan mampu berjuang untuk Kemerdekaan Indonesia. Jadi wajar saja kalau Soekarno masih mudapun sudah matang berpikir, dan senantiasa berpikir untuk kemerdekaan Indonesia. Dengan kondisi sekarang ini Pemuda Indonesa berjuang sesuai dengan kondisi politik terkini.

Semoga saja perjuangan pemuda dimasa lalu bisa memberikan inspirasi bagi perjuangan Pemuda Indonesia dimasa sekarang.

Sumber tulisan diambil dari buku, Mahakarya Soekarno-Hatta, terbitan Vision 3
http://ajinatha.blogspot.com

Dinamika Politik Menguat Ditahun 2013


Masyarakat Dituntut Lebih Selektif dan Cerdas Menanggapi Semua Isu

Tahun 2013 yang dibicarakan banyak sejumlah kalangan elit politik akan menjadi tahunnya politik dan pengukatan dinamika politik tak hanya isu santer di Ibukota saja, namun hal tersebut dirasakan sejumlah politisi sumbar, sebut salah satunya M. Ridha, Sekretaris Komisi C - DPRD Bukittinggi. M. Ridha mengatakan bahwa ditahun 2013 ini merupakan tahun yang penuh dengan warna politik baru serta penguatan  dinamika politik, namun tak hanya dinamika politik yang kemudian akan muncul dan menguat, di tahun ini juga diprediksi dunia politik Indonesia juga akan rentan dengan keributan kecil dengan isu politik yang saling tidak berirama dan mencari eksistensi masing-masing.
Melihat fenomena politik yang kian hari kian berkembanng, dalam hal ini masyarakat sebagai objek diharapkan mampu untuk melakukan filterisasi agar tidak terjebak dengan isu politik dan janji-janji politik semata, pencerdasan-pencerdasan politik perlu diterapkan agar nantinya didapatkan seorang wakil rakyat yang kemudian akan mampu menyuarakan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, apalagi dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan Pemilihan Umum Calon Legislatif (Pilcaleg). Verifikasi Pemilu baik dari DPR-RI hingga DPR tingkat II akan dilakukan pada awal bulan April tahun ini sesuai dengan Peraturan KPU no 12 tahun 2012. Serta dimulai pada tanggal 11 Januari ini setiap pihak yang berkepentingan dengan Pilcaleg juga telah diizinkan melakukan sosialisasi, tatap muka dan pemasangan baliho secara terbatas, maka dari itu masyarakat dihimbau agar lebih cerdas dan selektif dalam menanggapi berbagai isu politik termasuk janji manis yang sering kita dengar.
"Ditahun 2013 yang banyak dikatakan sebagai tahunnya politik indonesia, masyarakat dituntut agar lebih selektif dan cerdas dalam menanggapi semua isu yang ada," tegas, M. Ridha, Senin (14/1).
Lebih lanjut M. Ridha walau akan banyak terjadi gesekan dan keributan kecil seputar terutama mendekati Pilcaleg itu merupakan hal yang biasa dalam dunia perpolitikan, secara otomatis kian hari dinamika yang berkembang akan selalu berubah kearah yang lebih baik, sudah kewajiban kita bersama untuk mengamati dan memberikan kontribusi nyata dalam perkembangan politik Indonesia saat ini. 

[ Red/Retik Salfira]-Selengkapnya di PadangEkspres,Posmetro padang, Rakyat Sumbar

Minggu, 13 Januari 2013

Peran pemuda dalam politik


Sejarah lahir dan tumbuh kembang NKRI tidak pernah lepas dari satu nama; “pemuda”. Sejak dari Boedi Oetomo (1908) sebagai Kebangkitan Nasional; Sumpah Pemuda (1928) sebagai kelahiran bangsa Indonesia; Proklamasi Kemerdekaan (1945) sebagai kelahiran negara Indonesia, gerakan pemuda melengserkan orde lama tahun 1966, sampai Gerakan Reformasi (1998) sebagai perjuangan mengembalikan kehormatan bangsa dari otoritarianisme adalah bentuk partisipasi pemuda yang umum dikenal dalam mengawal bangsa ini. Sejarah telah membuktikan bahwa perkembangan Indonesia sampai detik ini tidak terlepas dari peran pemuda. Pemuda berperan sebagai check dan balances delam tatanan kehidupan bernegara.

Tidak saja dalam tatanan kehidupan Negara, dalam agama islam sendiri pemuda memiliki peran yang penting. Hal ini dijelaskan dalam Alquran Surat Al-Anbiya ayat 59-60 “berani merombak dan bertindak revolusioner terhadap tatanan sistem yang rusak. Seperti kisah pemuda (Nabi) Ibrahim. “Mereka berkata: ‘Siapakah yang melakukan (perbuatan) ini terhadap tuhan-tuhan kami? sungguh dia termasuk orang yang zalim, Mereka (yang lain) berkata: ‘Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela (berhala-berhala) ini , namanya Ibrahim”. Jauh sebelum Budi Utomo, spirit perubahan dan semangat kepemudaan telah ditunjukan mulai dari zaman Nabi Ibrahim. Berani merombak dan bertindak revolusioner, setidaknya spirit ini berada dan bersemedi dalam tubuh pemuda termasuk pemuda di Indonesia.

Secara fitrah inilah pemuda, manusia berkarakter khas yang berbeda dengan golongan lainnya.
Apa yang kemudian terjadi belakangan dengan fitrah pemuda ini ? Merupakan sebuah pertanyaan besar dimana ketika pemuda seharusnya berperan aktif dalam kehidupan baik berbangsa, bernegara maupun beragama. Problematika pemuda yang terbentang di hadapan kita sekarang sungguh kompleks, mulai dari masalah pengangguran, krisis mental, krisis eksistensi, hingga masalah dekadensi moral. Budaya permisif dan pragmatisme yang kian merebak membuat sebagian pemuda terjebak dalam kehidupan hedonis, serba instant, dan tercabut dari idealisme sehingga cenderung menjadi manusia yang anti sosial. Dengan hal ini, apakah kemudian terjadi degradasi nilai-nilai kepemudaan dan menyebabkan pemuda disingkirkan dalam ranah Negara, bangsa atau agama? Sejumlah aktivis pemuda menilai prinsip nasionalisme dalam diri pemuda Indonesia umumnya telah mengalami degradasi lantaran terus menerus tergerus oleh nilai-nilai dari luar. Jika kondisi dilematis itu tetap dibiarkan, bukan tidak mustahil degradasi nasionalisme akan mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jika degradasi nilai kepemudaan disebabkan dengan hegemoni dari pengaruh nilai-nilai luar, membangun kearifan local kepemudaan merupakan solusi yang setidaknya menangkis degradasi kepemudaan saat ini. Pasca reformasi semangat kepemudaan kembali mengaung sehingga perlu adanya legitimasi kepemudaan sebagai penyokong maka lahirlah Undang-undang No 40 tahun 2009 tentang kepemudaan yang menitik beratkan kepada pelayanan kepemudaan yang di sahkan pada tanggal 15 september 2009. Pemuda sebagai agen perubahan tidak akan mampu melakukan perubahan yang signifikan bila tidak didukung dengan sebuah sistem atau perangkat-perangkat pendukung.
Organisasi adalah sarana paling efektif untuk menginisiasi dan melakukan perubahan tersebut. Kita tidak dapat melakukan perubahan secara individual karena kemampuan kita yang terbatas. Kita memerlukan komunitas yang konsisten dengan perubahan tersebut. Disinilah kemudian lahir peran organisasi. Semua ini kemudian didasari oleh nilai-nilai Demokrasi yang dijunjung pasca reformasi 1998. Dalam moment yang amat penting dalam perjalanan demokrasi bangsa indonesia ada sebuah nilai yang menjadi harapan semua pihak adanya sebuah kemajuan dari tahun-tahun mulai berjalanya ruh demokrasi di bumi pertiwi indonesia, yaitu kesadaran pemuda akan arti demokrasi dan memaknai kesadaran politik. bahwa salah satu peran pemuda dalam manifestasi demokrasi. Seharusnya pemuda menyadari peranan penting pemilu serta selalu berperan aktif dalam pelaksanaannya. Karena pemuda merupakan agent of change sehingga diharapkan mulai dari sekarang dapat selalu berkontribusi demi kelangsungan bangsanya. Salah satunya dengan turut serta dalam pemilu. Apalagi jumlah pemuda di Indonesia yang tidak sedikit sangat mempengaruhi hasil dari pemilu. Tidak hanya menyuarakan pendapatnya di balik bilik suara, tetapi juga harus mau mensosialisasikan pemilu pada masyarakat luas.

Dan Tingkat partisipasi pemuda dalam demokrasi menentukan kepedulian pemuda terhadap Negara dan bangsa. Hal ini tentu harus dimulai dengan hal terendah, karena peran ini tentu tidak dengan mudah bisa dimainkan oleh pemuda sendiri. Seperti halnya mewujudkan demokrasi local, kepemudaan ikut berperan dalam penyelenggaraan otonomi daerah untuk mewujudkan desentralisasi.
Dengan demokrasi dan otonomi daerah, masing-masing daerah memiliki cara kepemudaan yang berbeda-beda. Hal ini kemudian dinikmati dan menjadi tolak ukur sejauh mana pemuda memainkan perannya dalam budaya lokal dan system otonomi serta demokarsi lokalnya. Jawa Barat merupakan salah satu provinsi yang memiliki keunikan system otonomi yang dipakai dengan pemberlakuan kembali system terdahulu. Apakah kedudukan pemuda menjadi salah satu penyokong seperti layaknya pemuda ikut menyokong kekuatan Negara?Jika kepemudaan di merupakan salah satu hal yang sangat penting tentu perlu adanya penguatan peran yang dimainkan oleh kepemudaan tersebut.

Konsep Kepemudaan Diungkapkan oleh Bung Karno, “Jika di tangan kiri kugenggam 100 orang tua maka berguncanglah Jaya Wijaya, jika di tangan kanan kugenggam 10 pemuda maka berguncanglah dunia.” Melihat dari kata “kepemudaan” secara tidak langsung terlihat atau tergambar kedudukan manusia yang dalam rentan waktu 20-30 tahun. Namun dalam kerangka usia, WHO menggolongkan usia 10 – 24 tahun sebagai young people, sedangkan remaja atau adolescence dalam golongan usia 10 -19 tahun. Contoh lain di Canada dimana negara tersebut menerapkan bahwa “after age 24, youth are no longer eligible for adolescent social services”.  Dalam al-Quran juga dijelaskan tentang pemuda atau yang “asy-syabab” namun lebih kepada sikap dan kepribadian serta karakter dari pemuda itu sendiri yakni :

1.      berani merombak dan bertindak revolusioner terhadap tatanan sistem yang rusak. Seperti kisah pemuda (Nabi) Ibrahim. “Mereka berkata: ‘Siapakah yang melakukan (perbuatan) ini terhadap tuhan-tuhan kami? sungguh dia termasuk orang yang zalim, Mereka (yang lain) berkata: ‘Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela (berhala-berhala) ini , namanya Ibrahim.” (QS.Al¬-Anbiya, 21:59-60).
2.      memiliki standar moralitas (iman), berwawasan, bersatu, optimis dan teguh dalam pendirian serta konsisten dengan perkataan. Seperti tergambar pada kisah Ash-habul Kahfi (para pemuda penghuni gua).“Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pe¬muda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambah¬kan petunjuk kepada mereka; dan Kami teguhkan hati mereka ketika mereka berdiri, lalu mereka berkata: “Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami tidak menyeru Tuhan selain Dia, ¬sungguh kalau berbuat demikian, tentu kami telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran” (QS.18: 13-14).
3.      seorang yang tidak berputus-asa, pantang mundur sebelum cita-citanya tercapai. Seperti digambarkan pada pribadi pemuda (Nabi) Musa. “Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua laut; atau aku akan berjalan (terus sampai) bertahun-tahun” (QS. Al-Kahfi,18 : 60). Sehingga pemuda identik dengan sebagai sosok individu yang berusia produktif dan mempunyai karakter khas yang spesifik yaitu revolusioner, optimis, berpikiran maju, memiliki moralitas, dsb. Kelemahan mecolok dari seorang pemuda adalah kontrol diri dalam artian mudah emosional, sedangkan kelebihan pemuda yang paling menonjol adalah mau menghadapi perubahan, baik berupa perubahan sosial maupun kultural dengan menjadi pelopor perubahan itu sendiri.
Peran penting dari seorang pemuda adalah pada kemampuannya melakukan perubahan. Perubahan menjadi indikator suatu keberhasilan terhadap sebuah gerakan pemuda. Perubahan menjadi sebuah kata yang memiliki daya magis yang sangat kuat sehingga membuat gentar orang yang mendengarnya, terutama mereka yang telah merasakan kenikmatan dalam iklim status quo. Kekuatannya begitu besar hingga dapat menggerakkan kinerja seseorang menjadi lebih produktif. Keinginan akan suatu perubahan melahirkan sosok pribadi yang berjiwa optimis. Optimis bahwa hari depan pasti lebih baik.

Namun apakah tidak ada peran yang positif ketika pemuda berada dan tumbuh ?berangkat dari kontradiksi antara peran pemuda dalam Negara dan peran pemuda menjadikan sebuah tanda tanya. Bila peran dan kedudukan pemuda tidak ada, bagaimna bisa mewujudkan demokrasi lokal dalam tataran?
Demokrasi Lokal Konsep demokrasi secara umum mengandaikan pemerintahan dari, oleh dan untuk rakyat. Ide dasar demokrasi mensyaratkan keikutsertaan rakyat, serta kesepakatan bersama atau konsensus untuk mencapai tujuan yang dirumuskan bersama. Demokrasi di Indonesia pasca Orde Baru hampir selalu dibicarakan secara berkaitan dengan pembentukan sistem politik yang mencerminkan prinsip keterwakilan, partisipasi, dan kontrol. Oleh karenanya, pemerintahan yang demokratis mengandaikan pemisahan kekuasaan dalam tiga wilayah institusi yaitu eksekutif, legislatif dan yudikatif. Suatu pemerintahan dikatakan demokratis jika terdapat indikator utama yaitu keterwakilan, partisipasi dan kontrol terhadap penyelenggaraan pemerintahan oleh ketiga institusi tersebut. Prinsip partisipasi menjamin aspek keikutsertaan rakyat dalam proses perencanaan pembangunan daerah; atau keikutsertaan rakyat dalam proses pemilihan wakil dalam lembaga politik; sedangkan prinsip kontrol menekankan pada aspek akuntabilitas pemerintahan. Dalam demokrasi, aspek kelembagaan merupakan keutamaan dari berlangsungnya praktik politik yang demokratis, sehingga, terdapat partai politik, pemilihan umum dan pers bebas. Sedangkan, istilah ‘ lokal’ mengacu kepada ‘arena’ tempat praktek demokrasi itu berlangsung, yaitu pada entitas politik yang terkecil, desa maupun daerah.

Namun hal yang perlu menjadi cermatan kita adalah demokrasi yang dipakai dalam daerah  bukan lagi merupakan demokrasi yang bersumber dari kearifan lokalnya. Transisi demokrasi dari modern ke local merupakan permasalahan yang kemudian mengikis nilai-nilai budaya sendiri. Demokrasi local disini dimaksudkan adalah nilai-nilai demokrasi yang diadopsi oleh barat dan secara langsung menghegemoni system pemerintahan terendah seperti daerah untuk Provinsi jawa Barat.
Pemuda dan Demokrasi Lokal. Melihat bahwa demokrasi yang digunakan bukan lagi bersumber dari kearifan lokal kota bandung sendiri, pemuda berubah peran yang dulunya tidak dimanfaatkan oleh daerah sebagi aset menjadi sesuatu hal yang memiliki peran dan kedudukan dalam menjalankan roda pemerintahan terendah.

Untuk mempercepat pembenahan daerah khususnya mengatasi beban dan masalah yang dihadapi daerah, maka momentum demokrasi dan reformasi di area lokal perlu dimanfaatkan dengan baik. Disana diperlukan peran dari generasi muda sebagai golongan menengah pencipta gagasan bagi perbaikan keadaan."Partisipasi aktif kaum muda terwujud berupa inisiatif menciptakan inovasi dan daya kreasi. Termasuk didalamnya menyangkut proses pembangunan. Dalam konteks itulah kaum muda dituntut untuk senantiasa memahami realitas yang dinamis secara kritis. Paling tidak kemampuan kaum muda dalam memahami peta permasalahan yang dapat dijadikan sebagai bahan dasar bagi dirinya untuk bersikap
Peran Pemuda dalam daerah Generasi muda untuk dapat bersikap dalam menghadapi permasalahan di area lokal. Diantaranya adalah keberpihakan kepada nurani untuk membela kebenaran dan keadilan, membangun kecerdasan diri dan kematangan sebagai karakter pemimpin, serta mengasah kepekaan dan daya imajinasi dengan jiwa berani mengambil inisiatif. "Dengan demikian sebenarnya karakter kaum muda tidak melulu bergaya reaksioner, complaint atau pesimis. Tetapi sebaliknya dituntut untuk responsif, inisiatif, kritis serta optimis. agenda penting yang perlu disikapi kaum muda atas perubahan dan perkembangan yang terjadi di area lokal adalah memastikan agar otonomi daerah, desentralisasi dan demokratisasi dapat berjalan secara efektif.

Senada dengan yang diatas, kedudukan pemuda dalam daerah di jawa Barat seyogyanya mampu memainkan perannya dalam pengawasan serta menyikapi berlangsungnya pemerintahan mini di daerah sehingga otonomi daerah mampu dilaksanakan dengan demokrasi. Hal ini harus sesuai juga dengan kedudukan pemuda seperti layaknya mahasiswa dalam tataran pemerintahan nasional.

Kesimpulan
Pemuda selalu memainkan perannya baik dalam tataran pemerintah nasional maupun lokal. Namun peran tersebut harus diperkuat sehingga terwujudnya check and balance dalam tatanan kehidupan berbangsa, bernegara serta beragama. Kreasi dan inovasi pemuda serta proaktifnya pemuda dalam permasalahan dalam tatanan akan meningkatkan kualitas demokrasi lokal yang digunakan dalam otonomi daerah saat ini. Peran pemuda ini bukan lagi dilihat dari demokrasi kearifan lokalnya melainkan ditinjau dari kedudukannya dalam demokrasi modern/ barat yang di adopsi oleh pemerintah Indonesia.
Dengan adanya penguatan peran dari pemuda ini diharapkan senantiasa menjaga stabilitas dalam menjalankan peran dan fungsinya juga.



Sumber : manager12.blogspot.com

Pengertian dan Definisi Politik Menurut Para Ahli

Politik sangat erat kaitannya dengan masalah kekuasaan, pengambilan keputusan, kebijakan publik dan alokasi atau distribusi. Pemikiran mengenai politik di dunia barat banyak dipengaruhi oleh Filsuf Yunani Kuno seperti Plato dan Aristoteles yang beranggapan bahwa politik sebagai suatu usaha untuk mencapai masyarakat yang terbaik. Usaha untuk mencapai masyarakat yang terbaik ini menyangkut bermacam macam kegiatan yang diantaranya terdiri dari proses penentuan tujuan dari sistem serta cara-cara melaksanakan tujuan itu.


Berikut ini adalah pengertian dan definisi politik menurut beberapa ahli:

# ROD HAGUE
Politik adalah kegiatan yang menyangkut cara bagaimana kelompok-kelompok mencapai keputusan-keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan diantara anggota-anggotanya


# ANDREW HEYWOOD
Politik adalah kegiatan suatu bangsa yang bertujuan untuk membuat, mempertahankan, dan mengamandemen peraturan-peraturan umum yang mengatur kehidupannya, yang berarti tidak dapat terlepas dari gejala komflik dan kerjasama


# CARL SCHMIDT
Politik adalah suatu dunia yang didalamnya orang-orang lebih membuat keputusan - keputusan daripada lembaga-lembaga abstrak.

# LITRE
Politik didefinisikan sebagai ilmu memerintah dan mengatur negara

# ROBERT
Definisi politik adalah seni memerintah dan mengatur masyarakat manusia

# IBNU AQIL
Politik adalah hal-hal praktis yang lebih mendekati kemaslahatan bagi manusia dan lebih jauh dari kerusakan meskipun tidak digariskan oleh Rosulullah S.A.W

 

Selasa, 08 Januari 2013

Galeri foto



Indonesia Butuh Peran Aktif Pemuda Dalam Ranah Politik


Seluruh Pemuda di Tanah Air hari ini, (28/10) kembali memperingati hari Sumpah Pemuda sebagai hari lahirnya kesatuan dan persatuan seluruh pemuda Bangsa ini. Sumpah Pemuda yang dicetuskan 28 Oktober 1928 silam setidaknya membawa angin baru bagi paradigma pemuda Indonesia serta menjadi tonggak penting untuk mengawali perubahan serta meneruskan cita-cita luhur pahlawan. Untuk menjaga komitmen Sumpah Pemuda, pemerintah pun dalam hal ini telah membuat dan mengesahkan UU No 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, Undang-Undang ini hadir sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap generasi muda untuk terus maju dan berprestasi dalam peran penting pembangunan Indonesia, tidak terkecuali dalam ranah politik.

Hal ini disampaikan oleh M. Ridha, Sekretaris Komisi C dari fraksi PAN Bukittinggi, Peran penting pemuda saat ini sangat dibutuhkan untuk kelangsungan pembangunan serta kemajuan Bangsa Indonesia, tak hanya itu saja, dikancah politik saat ini peran aktif serta sumabngan pemikiran Pemuda sangat dibutuhkan untuk membawa warna baru. karena sangat banyak diyakini bahwa Pemuda Indonesia saat ini sudah memiliki karakter pencerdasan yang lebih maju, tinggal bagaimana kita mengarahkan saja. Walau demikian, banyak yang berpandangan saat ini dalam lingkaran pemuda Indonesia banyak mengalami penurunan minat untuk ikut serta berperan dalam dunia perpolitikan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pola pendidikan tentang potensi politik yang tereksplorasi, serta kurangnya ruang pemuda untuk ikut berpolitik sehingga menyebabkan pemuda apatis dalam dunia politik.

"Peran Pemuda sangat dibutuhkan dalam ranah politik saat ini, namun masih banyak yang belum minat akan hal itu, agar semua berjalan sesuai dengan keinginan, maka pemerintah atau semua elemen harus dapat memberi ruang luas kepada mereka untuk ikut serta terjun di dunia politik dan memberi pembelajaran serta pemahaman tentang potensi politik,"kata, M. Ridha, Minggu, (28/10).

Lebih Lanjut, M. Ridha, Saat ini sangat banyak Pemuda banyak yang ikut andil dalam Organisasi, baik yang di internal Kampus maupun eksternal Kampus seperti LSM, Partai.

Namun demikian masih sangat banyak diantara mereka yang salah memaknai hal itu, rata-rata pemuda saat ini lebih cenderung untuk menjadikan Organisasi sebagai tempat untuk berkumpul dan nongkrong dan tidak mencapai dinamika berpolitik yang mempunyai misi politik dalam artian praktis.

Ditambahkan Ridha, walaupun saat ini UU No 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan telah disahkannya namun pemerintah masih kurang memfasilitasi generasi pemuda untuk ikut serta berpolitik terutama yang di daerah, seharusnya disetiap Kabupaten atau Kota harus dapat menyediakan ruang lebih untuk pemuda untuk ikut serta berperan.

Para pemuda Indonesia merupakan kekuatan moral, kontrol sosial, dan agent of change (agen perubahan-red) yang memiliki peran dan kedudukan strategis dalam proses pembangunan nasional. Bertepatan dengan momentum Sumpah Pemuda, jangan jadikan ini ritual tahunan saja, tapi para pemuda benar-benar harus terjun berpolitik demi menjamin utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia", tutup Ridha. (*)
[ Red/andri mardiansyah]-Selengkapnya di PadangEkspres,Posmetro padang, Rakyat Sumbar
Sumber : http://padang-today.com

Beri Kado Terbaik untuk HUT Kota Bukittinggi ke-228

BUKITTINGGI, SO--Selamat kita ucapkan kepada masyarakat kota Bukittinggi, karena kota berjuluk "Kota Wisata" ini sudah genap berumur 228 tahun, dan hal ini sangat memberi makna tersendiri bagi setiap masyarakat Kota Bukittinggi.

"HUT Kota Bukittinggi ke-228 ini hendaknya bisa kita jadikan momentum untuk menuju puncak kejayaan. Perjuangan sangat dibutuhkan. Dukungan masyarakat terhadap program pembangunan yang digelontorkan Pemko mestilah didukung, sehingga hasil pembangunan kota Bukittinggi dapat dinikmati bersama," ucap anggota DPRD Kota Bukittinggi, M Ridha padawww.sumbaronline.com, hari ini.

Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, untuk menyambut ulang tahun kota Bukittinggi, marilah kita berikan kado yang terbaik dengan menjadikan kota Bukittinggi lebih maju disegala sektor.

Keterpaduan masyarakat, generasi muda dan pemerintah kota dalam mengelola pemerintahan dengan handal dan profesional diyakini akan mempercepat proses menuju gerbang kesuksesan pembangunan.

"Kita di lembaga Kedewanan sebagai representasi dan perwakilan masyarakat akan selalu mendukung program pembangunan kota demi peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat kedepan," pungkas legislator termuda ini.

Dilaporkan : ferry

Sumber : http://www.sumbaronline.com